Minggu, 09 April 2017

LIBURAN KE WEGO LAMONGAN




Halo !! Btw lama banget nih aku gak nulis. Eh apa karena aku keasyikan nulis dibuku diary ya, jadi gak pernah nulis di blog hehe. Sebenarnya dari dulu banyak banget sih yang pengen aku tulis, cuma karena gak sempet aja, ehm gak sempet apa males nih wkwk, jadi tulisannya hanya tersimpan di memori otakku aja. Akhir-akhir ini aku jarang banget sih akrab sama laptopku, cuma pas ada tugas aja aku akrabnya, tapi kalau lagi gak ada tugas nih laptop kubirin nganggur di loker lemariku hehe jahat banget ya, butuh cuma ada maunya aja. Tapi sekarang dan seterusnya aku mau akrab lagi sama my laptop, aku mau rajin menulis, hitung-hitung agar terbiasa menulis. Pernah dengar kan kata-kata bisa karena terbiasa dan bisa karena dilatih. Untuk itu aku ingin membiasakan menulis, kalau soal hasil itu masalah belakangan, yang penting prosesnya hehe.


Nah di postinganku kali ini aku ingin berbagi cerita mengenai liburan semester kemarin, gilee lama banget ya, padahal nih mau liburan semester lagi. It’s okay, gak ada larangan juga kan aku menceritakannya hehe. Pas pulang liburan kemarin, ibuku cerita kalau di Lamongan ada tempat wisata baru, namanya WEGO (Wisata Edukasi Gondang Outbond). Kata ibuku tempat wisata itu baru saja didirikan dan katanya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata itu adalah adanya pesawat bekas dari salah satu maskapai yang sudah tidak terpakai yang kemudian disulap menjadi tempat wisata. Jadi kita bisa melakukan simulasi, gimana sih rasanya berada dalam pesawat terbang. Mendengar cerita ibu ku, aku jadi tertarik untuk berkunjung kesana. Finally aku kesana bersama teman-temanku. Kebetulan jaraknya tidak begitu jauh dari rumahku.


WEGO (Wisata Edukasi Gondang Outbond) tepatnya terletak di Desa Ketegagung, Kec. Sugio, Kab. Lamongan. Lokasinya berada di bagian selatan Lamongan bersebelahan dengan Wadunk Gondang. WEGO ini masih terbilang sebagai wisata baru di lamongan. Karena pada tanggal 10 November 2016 kemarin yaitu bertepatan dengan hari pahlawan wisata ini mulai diresmikan. tema dari wisata ini sendiri adalah ekowisata, yang mana dalam wisata ini banyak sekali menawarkan wahana-wahana yang berbau edukasi alam. sebelum masuk ke tempat wisata ini, kita perlu membayar biaya retribusi sebesar Rp 10.000,- . Kali pertama masuk pintu gerbang, kita akan disambut oleh pesawat yang ukurannya sangat besar. Konon katanya pesawat inilah yang menjadi daya tarik dari wisata ini. Yaktul seperti kata ibuku tadi bahwa pesawat ini merupakan pesawat bekas dari maskapai yang kemudian disulap menjadi tempat wisata. Ada dua pesawat di tempat ini. Pesawat yang berukuran kecil dan ukuran besar. Nah pesawat yang berukuran besar inilah yang biasanya dipakai untuk simulasi naik pesawat.


                                                 wisatadaily.com



Selain pesawat, di tempat wisata ini juga menawarkan berbagai wahana outbond. Seperti flying fox, kereta gantung, arena olahraga seperti panjat tebing, kolam renang dan permainan anak. Dan untuk wahana-wahana lain masih dalam proses pembangunan. Karena pas aku kesana kemarin memang masih sedikit wahana yang dibuka, mungkin sekarang udah mulai nambah lagi kali ya hehe . Nah buat kamu anak-anak muda gak perlu ragu untuk datang kesini, karena ditempat ini juga menawarkan spot-spot menarik untuk berfoto dan selfie. Seperti jembatan cinta. Kalau filisofinya aku kurang tau, kenapa dinamakan jembatan cinta, tapi katanya jembatan cinta ini menghubungkan pulau yang berbentuk love. Mangkanya dinamai jembatan cinta.

                            Katanya sih jembatan cinta

 
Kalau lelah jalan-jalan bisa istirahat di taman ini sekalian foto-foto




Sebagai penduduk asli kota Lamongan, aku turut bangga dengan adanya tempat wisata ini, so Lamongan makin punya banyak tempat wisata dan otomatis Lamongan akan terkenal karena wisatanya. Siapa sih yang gak bangga tinggal di kota yang mempunyai banyak tempat wisata. Yah seperti aku sekarang, walau tidak selamanya aku tinggal di Jogja, tapi aku bangga bisa tinggal di tengah kota yang punya tempat wisata cukup terkena bahkan sampai mancanegara. Harapannya sih semoga wisata di Lamongan bisa terkenal seperti kota Jogja eh hehe gak ada salahnya kan berharap.





 
 

Rabu, 21 September 2016

“Wisata Komunukasi” ajang pengenalan komunitas


          
Welcoming expo adalah acara tahunan yang diadakan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan komunitas-komunitas yang ada di prodi (program studi) Ilmu komunikasi. Target dari welcoming expo sendiri adalah mahasiswa baru ilmu komunikasi. Mereka diharapkan bisa bergabung di komunitas sesuai dengan yang diinginkan . Diantara komunitas di prodi (program studi) ilmu komunikasi adalah idekata yang bergerak dibidang kepenulisan, neon bergerak dibidang fotografi, ikom radio, kostrad bergerak dibidang desain, public relations oriented atau biasa disingkat dengan pro, dll. Komunitas-komunitas ini adalah wadah bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk mengasah kemampuan yang dimiliki. Sesuai dengan jargon yang sering diucapkan  yaitu “kreatif dan profesonal” diharapkan Mahasiswa Ilmu komunikasi bisa memanfaatkan komunitas dengan baik.
pada tanggal 19 september kemarin welcoming expo kembali menyapa Mahasiswa Ilmu Komunkasi  fakultas ilmu sosial dan humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Seperti halnya dengan tahun-tahun sebelumnya welcoming expo ini diselenggarakan selama tiga hari di taman Fishum (Fakultas ilmu sosial dan humaniora. Di hari senin kemarin welcoming expo telah resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora yang kemudian dilanjut dengan kegiatan stadium general dengan tema “personal branding in the era digital” yang diisi oleh Rama Kertamukti selaku dosen Ilmu Komunikasi.
di hari selasa 20 september 2016 yaitu hari kedua dari welcoming expo mengadakan kegiatan communication Tour. Communication tour adalah kegiatan yang dlaksanakan untuk memperkenalkan komunitas-komunitas dari prodi Ilmu komunikasi melalui presentasi dari setiap  guide komunitas. Semua mahasiswa baru ilmu komunikasi dikumpulkan menjadi satu di raung interactive center, kemudian mahasisawa baru tersebut dibagi menjadi lima kelompok sesuai dengan jumlah komunitas. Dan dari setiap guide komunitas tersebut menjelaskan secara bergiliran dengan durasi waktu 10 menit. Kegiatan seperti ini dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa baru mengetahui lebih dalam komunitas-komunitas yang ada di program studi ilmu komunikasi. Selain itu juga untuk memudahkan mahasiswa baru sharing informasi mengenai komunitas.
Mahasiswa baru terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. “senang sekali bisa ikut tour communication. Kegiatannya menyenangkan, saya bisa tau lebih dalam apa saja komunitas-komuntas yang ada di ilmu komunikasi, kegiatannya juga sangat menginsprasi” ungkap ayang, salah satu mahasiswa baru ilmu komunikasi. Terbukti dengan adanya kegitan tersebut bahwa mahasiswa sangat senang, karena mahasiswa baru dapat sharing dengan lima komunitas sekaligus.



Kamis, 26 Mei 2016

Obral Kaget-kagetan di Malioboro



Obral baju murah yang diadakan di salah satu toko Djogja Batik yang berada di malioboro, sabtu 19 september 2015 kemarin menarik banyak perhatian para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan non lokal. Para wisatawan banyak yang melirik toko tersebut karena harga yang ditawarkan sangatlah murah. Mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 119.000. yang lebih membuat saya tertarik untuk membelinya adalah hem dengan harga Rp 21.000. menurut saya itu harga yang sangat murah, karena kainnya tidak kalah dengan hem yang dijual dipasaran yang harganya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 70.000.
Obral baju murah ini sudah dibuka selama satu minggu, alhasil toko ini makin banyak didatangi oleh pengunjung dibanding sebelum dibukanya obral baju murah di toko ini. Baju yang dijual juga bermacam-macam mulai dari kaos djogja, celana joger pant,celana aladin, hem, batik dan masih banyak lagi, tentunya semua barang tersebut bisa didapat dengan harga lebih murah.
Usai berbelanja obral baju murah tersebut saya melanjutkan perjalanan melihat sepanjang malioboro, bagi orang baru yang hadir di kota pelajar ini tentunya mengelilingi kota jogja adalah suatu kegembiraan tersendiri terutama di malioboro yang katanya terkenal sebagai jantung kota jogja ini. Ya siapa yang tidak kenal dengan malioboro, mayoritas masyarakat indonesia mengetahuinya bahkan tidak hanya mengetehui saja tetapi mereka juga pernah mampir kesana ketika berkunjung ke jogja. Dan ketika saya berjalan di sepanjang malioboro saya menemukan toko yang menjual barang-barang unik. Akhirnya saya tertarik dan saya masuk ke toko tersebut. Di toko tersebut menjual berbagai kerajinan mulai dari tas yang asli terbut dari kulit sapi yang dijual dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 400.000, wah murah bukan, padahal kalau kita mau membeli di tempat lain dengan bahan asli kulit sapi uang 100.000 tidak cukup untuk mendapatkannya. Ada juga alat musik angklung, dan souvenir-souvenir lain yang unik di toko tersebut.
Selain menjual baju dan barang-barang kerajinan, di malioboro juga menjual oleh-oleh khas jogja. Ya ketika mendengar oleh-oleh khas jogja tentunya pikiran kita tak akan lari dengan yang namanya bakpia pathok. Bakpia pathok adalah salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa oleh wisatawan ketika berkunjung ke kota pelajar ini. Bakpia adalah olahan makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung dan kemudian dipanggang. Wah menarik bukan?
Jika anda merasa lelah jalan-jalan di malioboro jangan khawatir, di pinggir jalan banyak sekali pedagang kaki lima dan warung-warung lesehan yang menjajakan makanannya, tentunya kita dapat menikmati makanan dengan banyak hiburan, karena banyak sekali seniman yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis dan lai-lain di sepanjang jalan.
Dan bagi anda nih pendatang baru di kota pelajar yogyakarta yang tidak ada kendaraan gak usah khawatir bagaimana caranya kita bisa sampai di malioboro, kita bisa naik TRANS JOGJA yang merupakan bus kota ukuran sedang, yang aman, ber AC dengan harga tiket Rp 3.600 untuk sekali jalan.Wah seru bukan dengan harga tiket Rp 3.600 kita bisa keliling kota yogyakarta kemanapun dengan tujuan yang kita inginkan, termasuk di malioboro ini. Yah jangan lupa nih, bagi anda yang bekunjung ke kota yogyakarta mampir ke malioboro yuk untuk berbelanja baju murah. Karena disini banyak toko yang mengobral baju dengan harga murah tentunya dengan kualitas baju yang baik dan tidak hanya berbelanja baju saja yang murah melainkan kerajinan-kerajinan khas jogja dan juga oleh-oleh makanan khas jogja yang dijual dengan harga murah.



Obral baju murah yang diadakan di salah satu toko Djogja Batik yang berada di malioboro, sabtu 19 september 2015 kemarin menarik banyak perhatian para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan non lokal. Para wisatawan banyak yang melirik toko tersebut karena harga yang ditawarkan sangatlah murah. Mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 119.000. yang lebih membuat saya tertarik untuk membelinya adalah hem dengan harga Rp 21.000. menurut saya itu harga yang sangat murah, karena kainnya tidak kalah dengan hem yang dijual dipasaran yang harganya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 70.000. Obral baju murah ini sudah dibuka selama satu minggu, alhasil toko ini makin banyak didatangi oleh pengunjung dibanding sebelum dibukanya obral baju murah di toko ini. Baju yang dijual juga bermacam-macam mulai dari kaos djogja, celana joger pant,celana aladin, hem, batik dan masih banyak lagi, tentunya semua barang tersebut bisa didapat dengan harga lebih murah. Usai berbelanja obral baju murah tersebut saya melanjutkan perjalanan melihat sepanjang malioboro, bagi orang baru yang hadir di kota pelajar ini tentunya mengelilingi kota jogja adalah suatu kegembiraan tersendiri terutama di malioboro yang katanya terkenal sebagai jantung kota jogja ini. Ya siapa yang tidak kenal dengan malioboro, mayoritas masyarakat indonesia mengetahuinya bahkan tidak hanya mengetehui saja tetapi mereka juga pernah mampir kesana ketika berkunjung ke jogja. Dan ketika saya berjalan di sepanjang malioboro saya menemukan toko yang menjual barang-barang unik. Akhirnya saya tertarik dan saya masuk ke toko tersebut. Di toko tersebut menjual berbagai kerajinan mulai dari tas yang asli terbut dari kulit sapi yang dijual dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 400.000, wah murah bukan, padahal kalau kita mau membeli di tempat lain dengan bahan asli kulit sapi uang 100.000 tidak cukup untuk mendapatkannya. Ada juga alat musik angklung, dan souvenir-souvenir lain yang unik di toko tersebut. Selain menjual baju dan barang-barang kerajinan, di malioboro juga menjual oleh-oleh khas jogja. Ya ketika mendengar oleh-oleh khas jogja tentunya pikiran kita tak akan lari dengan yang namanya bakpia pathok. Bakpia pathok adalah salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa oleh wisatawan ketika berkunjung ke kota pelajar ini. Bakpia adalah olahan makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung dan kemudian dipanggang. Wah menarik bukan Jika anda merasa lelah jalan-jalan di malioboro jangan khawatir, di pinggir jalan banyak sekali pedagang kaki lima dan warung-warung lesehan yang menjajakan makanannya, tentunya kita dapat menikmati makanan dengan banyak hiburan, karena banyak sekali seniman yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis dan lai-lain di sepanjang jalan. Dan bagi anda nih pendatang baru di kota pelajar yogyakarta yang tidak ada kendaraan gak usah khawatir bagaimana caranya kita bisa sampai di malioboro, kita bisa naik TRANS JOGJA yang merupakan bus kota ukuran sedang, yang aman, ber AC dengan harga tiket Rp 3.600 untuk sekali jalan.Wah seru bukan dengan harga tiket Rp 3.600 kita bisa keliling kota yogyakarta kemanapun dengan tujuan yang kita inginkan, termasuk di malioboro ini. Yah jangan lupa nih, bagi anda yang bekunjung ke kota yogyakarta mampir ke malioboro yuk untuk berbelanja baju murah. Karena disini banyak toko yang mengobral baju dengan harga murah tentunya dengan kualitas baju yang baik dan tidak hanya berbelanja baju saja yang murah melainkan kerajinan-kerajinan khas jogja dan juga oleh-oleh makanan khas jogja yang dijual dengan harga murah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/febrianifitasari/obral-kaget-kagetan-di-malioboro_55fe5e8d0223bd10206d31e9
Obral baju murah yang diadakan di salah satu toko Djogja Batik yang berada di malioboro, sabtu 19 september 2015 kemarin menarik banyak perhatian para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan non lokal. Para wisatawan banyak yang melirik toko tersebut karena harga yang ditawarkan sangatlah murah. Mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 119.000. yang lebih membuat saya tertarik untuk membelinya adalah hem dengan harga Rp 21.000. menurut saya itu harga yang sangat murah, karena kainnya tidak kalah dengan hem yang dijual dipasaran yang harganya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 70.000. Obral baju murah ini sudah dibuka selama satu minggu, alhasil toko ini makin banyak didatangi oleh pengunjung dibanding sebelum dibukanya obral baju murah di toko ini. Baju yang dijual juga bermacam-macam mulai dari kaos djogja, celana joger pant,celana aladin, hem, batik dan masih banyak lagi, tentunya semua barang tersebut bisa didapat dengan harga lebih murah. Usai berbelanja obral baju murah tersebut saya melanjutkan perjalanan melihat sepanjang malioboro, bagi orang baru yang hadir di kota pelajar ini tentunya mengelilingi kota jogja adalah suatu kegembiraan tersendiri terutama di malioboro yang katanya terkenal sebagai jantung kota jogja ini. Ya siapa yang tidak kenal dengan malioboro, mayoritas masyarakat indonesia mengetahuinya bahkan tidak hanya mengetehui saja tetapi mereka juga pernah mampir kesana ketika berkunjung ke jogja. Dan ketika saya berjalan di sepanjang malioboro saya menemukan toko yang menjual barang-barang unik. Akhirnya saya tertarik dan saya masuk ke toko tersebut. Di toko tersebut menjual berbagai kerajinan mulai dari tas yang asli terbut dari kulit sapi yang dijual dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 400.000, wah murah bukan, padahal kalau kita mau membeli di tempat lain dengan bahan asli kulit sapi uang 100.000 tidak cukup untuk mendapatkannya. Ada juga alat musik angklung, dan souvenir-souvenir lain yang unik di toko tersebut. Selain menjual baju dan barang-barang kerajinan, di malioboro juga menjual oleh-oleh khas jogja. Ya ketika mendengar oleh-oleh khas jogja tentunya pikiran kita tak akan lari dengan yang namanya bakpia pathok. Bakpia pathok adalah salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa oleh wisatawan ketika berkunjung ke kota pelajar ini. Bakpia adalah olahan makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung dan kemudian dipanggang. Wah menarik bukan Jika anda merasa lelah jalan-jalan di malioboro jangan khawatir, di pinggir jalan banyak sekali pedagang kaki lima dan warung-warung lesehan yang menjajakan makanannya, tentunya kita dapat menikmati makanan dengan banyak hiburan, karena banyak sekali seniman yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis dan lai-lain di sepanjang jalan. Dan bagi anda nih pendatang baru di kota pelajar yogyakarta yang tidak ada kendaraan gak usah khawatir bagaimana caranya kita bisa sampai di malioboro, kita bisa naik TRANS JOGJA yang merupakan bus kota ukuran sedang, yang aman, ber AC dengan harga tiket Rp 3.600 untuk sekali jalan.Wah seru bukan dengan harga tiket Rp 3.600 kita bisa keliling kota yogyakarta kemanapun dengan tujuan yang kita inginkan, termasuk di malioboro ini. Yah jangan lupa nih, bagi anda yang bekunjung ke kota yogyakarta mampir ke malioboro yuk untuk berbelanja baju murah. Karena disini banyak toko yang mengobral baju dengan harga murah tentunya dengan kualitas baju yang baik dan tidak hanya berbelanja baju saja yang murah melainkan kerajinan-kerajinan khas jogja dan juga oleh-oleh makanan khas jogja yang dijual dengan harga murah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/febrianifitasari/obral-kaget-kagetan-di-malioboro_55fe5e8d0223bd10206d31e9
Obral baju murah yang diadakan di salah satu toko Djogja Batik yang berada di malioboro, sabtu 19 september 2015 kemarin menarik banyak perhatian para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan non lokal. Para wisatawan banyak yang melirik toko tersebut karena harga yang ditawarkan sangatlah murah. Mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 119.000. yang lebih membuat saya tertarik untuk membelinya adalah hem dengan harga Rp 21.000. menurut saya itu harga yang sangat murah, karena kainnya tidak kalah dengan hem yang dijual dipasaran yang harganya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 70.000. Obral baju murah ini sudah dibuka selama satu minggu, alhasil toko ini makin banyak didatangi oleh pengunjung dibanding sebelum dibukanya obral baju murah di toko ini. Baju yang dijual juga bermacam-macam mulai dari kaos djogja, celana joger pant,celana aladin, hem, batik dan masih banyak lagi, tentunya semua barang tersebut bisa didapat dengan harga lebih murah. Usai berbelanja obral baju murah tersebut saya melanjutkan perjalanan melihat sepanjang malioboro, bagi orang baru yang hadir di kota pelajar ini tentunya mengelilingi kota jogja adalah suatu kegembiraan tersendiri terutama di malioboro yang katanya terkenal sebagai jantung kota jogja ini. Ya siapa yang tidak kenal dengan malioboro, mayoritas masyarakat indonesia mengetahuinya bahkan tidak hanya mengetehui saja tetapi mereka juga pernah mampir kesana ketika berkunjung ke jogja. Dan ketika saya berjalan di sepanjang malioboro saya menemukan toko yang menjual barang-barang unik. Akhirnya saya tertarik dan saya masuk ke toko tersebut. Di toko tersebut menjual berbagai kerajinan mulai dari tas yang asli terbut dari kulit sapi yang dijual dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 400.000, wah murah bukan, padahal kalau kita mau membeli di tempat lain dengan bahan asli kulit sapi uang 100.000 tidak cukup untuk mendapatkannya. Ada juga alat musik angklung, dan souvenir-souvenir lain yang unik di toko tersebut. Selain menjual baju dan barang-barang kerajinan, di malioboro juga menjual oleh-oleh khas jogja. Ya ketika mendengar oleh-oleh khas jogja tentunya pikiran kita tak akan lari dengan yang namanya bakpia pathok. Bakpia pathok adalah salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa oleh wisatawan ketika berkunjung ke kota pelajar ini. Bakpia adalah olahan makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung dan kemudian dipanggang. Wah menarik bukan Jika anda merasa lelah jalan-jalan di malioboro jangan khawatir, di pinggir jalan banyak sekali pedagang kaki lima dan warung-warung lesehan yang menjajakan makanannya, tentunya kita dapat menikmati makanan dengan banyak hiburan, karena banyak sekali seniman yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis dan lai-lain di sepanjang jalan. Dan bagi anda nih pendatang baru di kota pelajar yogyakarta yang tidak ada kendaraan gak usah khawatir bagaimana caranya kita bisa sampai di malioboro, kita bisa naik TRANS JOGJA yang merupakan bus kota ukuran sedang, yang aman, ber AC dengan harga tiket Rp 3.600 untuk sekali jalan.Wah seru bukan dengan harga tiket Rp 3.600 kita bisa keliling kota yogyakarta kemanapun dengan tujuan yang kita inginkan, termasuk di malioboro ini. Yah jangan lupa nih, bagi anda yang bekunjung ke kota yogyakarta mampir ke malioboro yuk untuk berbelanja baju murah. Karena disini banyak toko yang mengobral baju dengan harga murah tentunya dengan kualitas baju yang baik dan tidak hanya berbelanja baju saja yang murah melainkan kerajinan-kerajinan khas jogja dan juga oleh-oleh makanan khas jogja yang dijual dengan harga murah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/febrianifitasari/obral-kaget-kagetan-di-malioboro_55fe5e8d0223bd10206d31e9
Obral baju murah yang diadakan di salah satu toko Djogja Batik yang berada di malioboro, sabtu 19 september 2015 kemarin menarik banyak perhatian para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan non lokal. Para wisatawan banyak yang melirik toko tersebut karena harga yang ditawarkan sangatlah murah. Mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 119.000. yang lebih membuat saya tertarik untuk membelinya adalah hem dengan harga Rp 21.000. menurut saya itu harga yang sangat murah, karena kainnya tidak kalah dengan hem yang dijual dipasaran yang harganya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 70.000.
Obral baju murah ini sudah dibuka selama satu minggu, alhasil toko ini makin banyak didatangi oleh pengunjung dibanding sebelum dibukanya obral baju murah di toko ini. Baju yang dijual juga bermacam-macam mulai dari kaos djogja, celana joger pant,celana aladin, hem, batik dan masih banyak lagi, tentunya semua barang tersebut bisa didapat dengan harga lebih murah.
Usai berbelanja obral baju murah tersebut saya melanjutkan perjalanan melihat sepanjang malioboro, bagi orang baru yang hadir di kota pelajar ini tentunya mengelilingi kota jogja adalah suatu kegembiraan tersendiri terutama di malioboro yang katanya terkenal sebagai jantung kota jogja ini. Ya siapa yang tidak kenal dengan malioboro, mayoritas masyarakat indonesia mengetahuinya bahkan tidak hanya mengetehui saja tetapi mereka juga pernah mampir kesana ketika berkunjung ke jogja. Dan ketika saya berjalan di sepanjang malioboro saya menemukan toko yang menjual barang-barang unik. Akhirnya saya tertarik dan saya masuk ke toko tersebut. Di toko tersebut menjual berbagai kerajinan mulai dari tas yang asli terbut dari kulit sapi yang dijual dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 400.000, wah murah bukan, padahal kalau kita mau membeli di tempat lain dengan bahan asli kulit sapi uang 100.000 tidak cukup untuk mendapatkannya. Ada juga alat musik angklung, dan souvenir-souvenir lain yang unik di toko tersebut.
Selain menjual baju dan barang-barang kerajinan, di malioboro juga menjual oleh-oleh khas jogja. Ya ketika mendengar oleh-oleh khas jogja tentunya pikiran kita tak akan lari dengan yang namanya bakpia pathok. Bakpia pathok adalah salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa oleh wisatawan ketika berkunjung ke kota pelajar ini. Bakpia adalah olahan makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibalut dengan kulit yang terbuat dari tepung dan kemudian dipanggang. Wah menarik bukan?
Jika anda merasa lelah jalan-jalan di malioboro jangan khawatir, di pinggir jalan banyak sekali pedagang kaki lima dan warung-warung lesehan yang menjajakan makanannya, tentunya kita dapat menikmati makanan dengan banyak hiburan, karena banyak sekali seniman yang sering mengekspresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis dan lai-lain di sepanjang jalan.
Dan bagi anda nih pendatang baru di kota pelajar yogyakarta yang tidak ada kendaraan gak usah khawatir bagaimana caranya kita bisa sampai di malioboro, kita bisa naik TRANS JOGJA yang merupakan bus kota ukuran sedang, yang aman, ber AC dengan harga tiket Rp 3.600 untuk sekali jalan.Wah seru bukan dengan harga tiket Rp 3.600 kita bisa keliling kota yogyakarta kemanapun dengan tujuan yang kita inginkan, termasuk di malioboro ini. Yah jangan lupa nih, bagi anda yang bekunjung ke kota yogyakarta mampir ke malioboro yuk untuk berbelanja baju murah. Karena disini banyak toko yang mengobral baju dengan harga murah tentunya dengan kualitas baju yang baik dan tidak hanya berbelanja baju saja yang murah melainkan kerajinan-kerajinan khas jogja dan juga oleh-oleh makanan khas jogja yang dijual dengan harga murah.


Perempuan & Pendidikan

Manusia itu pembelajar tiada henti, semakin banyak ilmu yang ia dapat semakin banyak pula sesuatu yang belum ia ketahui. Oleh sebab itu bany...